Materi XI (Akuntansi dan Laporan Keuangan)
Yosi Hestiana
1EB02
AKUNTANSI DAN
LAPORAN KEUANGAN
A.
Pengertian Akuntansi
Akuntansi
adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang
akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat
keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan,
organisasi,
dan lembaga pemerintah. Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan
menginterpretasikan aktivitas keuangan. Secara luas, akuntansi juga dikenal
sebagai "bahasa bisnis".[1]
Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar
dapat dimanfaatkan oleh para manajer, pengambil kebijakan, dan pihak
berkepentingan lainnya, seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik.
Pencatatan harian yang terlibat dalam proses ini dikenal dengan istilah
pembukuan. Akuntansi keuangan adalah suatu cabang dari akuntansi di mana
informasi keuangan pada suatu bisnis dicatat, diklasifikasi, diringkas,
diinterpretasikan, dan dikomunikasikan. Auditing, satu disiplin ilmu yang terkait
tetapi tetap terpisah dari akuntansi, adalah suatu proses di mana pemeriksa
independen memeriksa laporan keuangan suatu organisasi untuk
memberikan suatu pendapat atau opini - yang masuk akal tetapi tak dijamin
sepenuhnya - mengenai kewajaran dan kesesuaiannya dengan prinsip akuntansi yang
berterima umum.
Menurut para ahli akuntansi yaitu :
1.
ABP Statement No. 4 dalam Smith Skousen (1995 : 3)
Mendefinisikan
Akuntansi merupakan suatu aktivitas jasa yang fadalah untuk menyediakan
informasi kuantitatif, terutama yang mempunyai sifat dalam pengambilan
keputusan ekonomis dalam memberikan keputusan pilihan-pilihan yang logis
diantara berbagai tindakan alternatif.
2.
American Insitute of Certified Public Accounting
(AICPA)
Menyatakan
bahwa akuntansi sebagai seni pencatatan, penggolongan, dan pengikhtisaran
dengan beberapa cara tertentu dalam ukuran moneter, transaksi, dan
kejadian-kejadian yang umumnya bersifat keuangan termasuk menafsirkan
hasil-hasilnya. dan meringkas dengan cara tertentu dalam ukuran fiskal,
pertukaran dan kesempatan yang pada umumnya yang bersifat moneter dan dalam
menguraikan hasil.
3.
American Acounting Association (AAA)
Menyatakan
bahwa akuntansi sebagai proses pengidentifikasian, pengukur dan melaporkan
informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian-penilaian, keputusan yang
jelas dan tegas bagi semua yang menggunakan informasi tersebut.
4.
Charles T. Horngren, dan Walter T.Harrison (Horngren
Harrison,2007:4)
Menyatakan
bahwa: Akuntansi merupakan sistem informasi yang mengukur aktivitas bisnis,
memproses data menjadi laporan, dan mengkomunikasikan hasilnya kepada para
pengambil keputusan.
5.
Pengertian akuntansi menurut Warren dkk
(2005:10)
Menyatakan
bahwa: “secara umum, akuntansi dapat didefinisikan sebagai sistem informasi
yang menghasilkan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai
aktivitas ekonomi dan kondisi perusahaan”.
6.
Littleton (Muhammad, 2002:10)
Menyatakan:
“tujuan utama dari akuntansi merupakan untuk melaksanakan perhitungan periodik
antara biaya (usaha) dan hasil (prestasi). definis ini adalah inti dari teori
akuntansi dan merupakan ukuran yang dijadikan sebagai rujukan dalam mempelajari
akuntansi.
B.
Siklus Akuntansi
1. Perusahaan Jasa
Untuk
membuat Laporan Keuangan, khususnya perusahaan jasa terdapat delapan langkah,
yang dikenal dengan Siklus Akuntansi. kedelapan langkah tersebut adalah:
1. Transaksi
keuangan
2. Mencatat
segala transaksi keuangan, berdasarkan bukti asli transaksi, dalam satu periode
akuntansi
3. Membuat
Jurnal Umum berdasarkan catatan no.2
4. Membuat Buku
Besar
5. Membuat
Jurnal Penyesuaian
6. Membuat
Laporan Keuangan: Laporan Laba rugi, Neraca, dan Leporan Perubahan Modal
7. Membuat
Jurnal Penutup
2. Perusahaan dagang
Untuk
perusahaan dagang, sebenarnya juga hampir sama tetapi ada tambahan lain.
Langkah-langkah tersebut adalah:
·
Tahap Pencatatan
1. Transaksi
(Transaksi Internal dan Transaksi Eksternal)
2. Pengumpulan
Bukti Transaksi
3. Mencatat ke
dalam Jurnal Umum, Jurnal Khusus dan ke dalam Buku Besar Pembantu
4. Merekapitulasi
Jurnal Umum dan Jurnal Khusus
5. Posting ke
Buku Besar
·
Tahap Pengikhtisaran
1. Membentuk
Neraca Saldo
2. Menyusun
Ayat Jurnal Penyesuaian
3. Membentuk
Kertas Kerja (Worksheet) dalam bentuk Neraca Lajur
·
Tahap Pelaporan Keuangan
1.
Menyusun Laporan Keuangan
1.
Laporan Laba Rugi
2.
Laporan Perubahan Modal
3.
Laporan Neraca
4.
Laporan Arus Kas
2.
Menyusun Ayat Jurnal Penutup
3.
Membentuk Neraca Saldo setelah Penutupan
4.
Menyusun Ayat Jurnal Pembalik
C. FUNGSI AKUNTANSI
Fungsi utama
akuntansi adalah sebagai informasi keuangan suatu organisasi. Dari laporan
akuntansi kita bisa melihat posisi keuangan sutu organisasi beserta perubahan
yang terjadi di dalamnya. Akuntansi dibuat secara kualitatif dengan satuan
ukuran uang. Informasi mengenai keuangan sangat dibutuhkan khususnya oleh pihak
manajemen untuk membantu membuat keputusan suatu organisasi.
Fungsi dasar
akuntansi :
a)
Menciptakan sistem akuntansi.
b) Membuat prosedur untuk mencatat, menggolongkan dan
memasukkan secara singkat transaksi-transaksi perusahaan.
c) Memberikan laporan/keterangan pada manajemen untuk
penyusunan anggaran dan pengendalian aktiva dan pengambilan keputusan
D. PIHAK-PIHAK YANG BERKEPENTINGAN
Adapun
pihak-pihak yang berkepentingan terhadap informasi akuntansi adalah:
a. Para pemilik dan calon pemilik perusahaan
Para pemilik
dan calon pemilik perusahaan berkepentingan untuk mengetahui perkembangan dan
kondisi keuangan perusahaan.
b. Para pengelola perusahaan
Para
pengelola perusahaan ini adalah para manajer, jajaran direksi. Bagi pengelola
perusahaan akuntansi digunakan untuk berbagai tujuan. Diantaranya informasi
bagi manajemen sebagai bahan analisa dan interpretasi dalam melakukan evaluasi
atas kegiatan dan pencapaian hasil yang direncanakan perusahaan.
c. Para pegawai/karyawan perusahaan
Para
pegawai/karyawan perusahaan sebenarnya sangat berkepentingan untuk mendapatkan
informasi keuangan perusahaan. Hal ini dihubungkan dengan hak-hak pegawai dalam
bidang penggajian, gratifikasi ataupun bonus (jasa produksi) serta perangsang
sosial lainnya dari perusahaan untuk tujuan kesejahteraan perusahaan yang pada
akhirnya akan meningkatkan pengabdian pegawai pada perusahaan.
d. Para investor
Para
investor luar yang bermaksud menginvestasikan modalnya ke dalam suatu
perusahaan, untuk keamanan pelaksanaan investasinya harus terlebih dahulu
mengetahui kemampuan perusahaan yang bersangkutan agar jangan sampai dananya
terbuang sia-sia.
e. Para kreditor
Para
kreditor seperti bank pemberi kredit sangat memerlukan laporan keuangan
perusahaan yang akan diberikan kredit untuk digunakan sebagai bahan
pertimbangan dalam memberikan keputusan penetapan pemberian kredit. Sama
seperti investor, para kreditor juga cuma mau memberikan dananya pada perusahaan
yang bonafid.
f. Pemerintah
Pemerintah sangat berkepentingan dalam menilai maju mundurnya perusahaan yang ada di negaranya, misalnya saja untuk menentukan kebijaksanaan sumber penerimaan negara dari sektor pajak atau menentukan kebijaksanaan lain yang berkaitan dengan pemberian fasilitas tertentu dari pemerintah.
Pemerintah sangat berkepentingan dalam menilai maju mundurnya perusahaan yang ada di negaranya, misalnya saja untuk menentukan kebijaksanaan sumber penerimaan negara dari sektor pajak atau menentukan kebijaksanaan lain yang berkaitan dengan pemberian fasilitas tertentu dari pemerintah.
g. Rekanan perusahaan
Rekanan perusahaan di sini ialah perusahaan-perusahaan lain yang diajak kerja sama dalam suatu kegiatan atau proyek-proyek pekerjaan tertentu yang sifatnya bekerja sama untuk saling mendukung dalam penyelesaian kegiatan yang digarap bersama.
Rekanan perusahaan di sini ialah perusahaan-perusahaan lain yang diajak kerja sama dalam suatu kegiatan atau proyek-proyek pekerjaan tertentu yang sifatnya bekerja sama untuk saling mendukung dalam penyelesaian kegiatan yang digarap bersama.
E.
Prinsip Akuntansi
a. Entitas (Kesatuan Usaha) : konsep ini sering disebut business entity concept.
Konsep ini membatasi ruang lingkup kepentingan. Dalam akuntansi keuangan,
perusahaan dianggap sebagai kesatuan ekonomi yang terpisah dari pihak-pihak
yang berkepentingan dengan sumber-sumber perusahaan. Pemisahan ini ditujukan
agar perusahaan berkewajiban untuk mempertanggung jawabkan keuangan perusahaannya
kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
b. Going Concern (Kontinuitas Usaha) : konsep ini mengasumsikan suatu
entitas ekonomi akan terus melanjutkan usahanya dan tidak akan dibubarkan,
kecuali bila ada bukti sebaliknya.
c. Penggunaan Unit Moneter dalam Pencatatan :
semua transaksi-transaksi yang terjadi akan dinyatakan di dalam catatan dalam
bentuk unit moneter pada saat terjadinya transaksi itu. Unit moneter yang
digunakan adalah mata uang dari negara dimana perusahaan itu berdiri. Contoh :
Indonesia unit moneternya Rupiah, Australia unit moneternya Dollar Australia,
dan sebagainya.
d. Time Period (Periode Waktu) : adanya pembatasan waktu untuk dapat menilai dan
melaporkan hasil dari usaha yang dijalankan. Hal ini disebabkan karena
perusahaan dianggap akan terus hidup dimasa yang akan datang, sehingga tidak
mungkin apabila untuk mengetahui keuntungan atau kerugian dari usaha kita harus
menunggu perusahaan ditutup terlebih dahulu.
e. Historical Cost (Biaya Hostoris) : prinsip ini menetapkan nilai yang
akan dilaporkan dalam laporan keuangan.
f. Penetapan nilai yang dipakai dalam laporan keuangan
dengan menggunakan harga perolehan merupakan hal yang terbaik
dibandingkan cara-cara yang lain. Harga perolehan adalah merupakan jumlah
pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh suatu aktiva hingga
siap pakai. Yang termasuk unsur harga perolehan adalah harga beli aktiva
tersebut ditambah biaya-biaya lainnya sehingga aktiva tersebut siap digunakan.
g. Pengakuan Pendapatan (Recognition of Revenue) : pendapatan adalah kenaikan bersih
kekayaan perusahaan sebagai hasil dari kegiatan perusahaan.
h. Mempertemukan Beban dan Pendapatan (Matching Cost and
Revenue) : yang
dimaksud dengan prinsip ini adalah mempertemukan biaya dengan pendapatan yang
timbul karena biaya tersebut. Prinsip ini sangat bermanfaat untuk menentukan
besarnya penghasilan bersih yang diperoleh perusahaan setiap periodenya. Karena
biaya harus dipertemukan dengan pendapatannya, maka pembebanan biaya sangat
tergantung pada saat pengakuan pendapatannya.
i. Konsistensi
(Consistency) : menurut
prinsip ini, perusahaan dituntut untuk menerapkan prosedur dan metode akuntansi
yang sama (konsisten) dari satu periode ke periode berikutnya.
j. Full
Disclousure (Pengungkapan Lengkap) : dalam
menyajikan data atau informasi keuangan suatu perusahaan harus secara lengkap
dan tidak boleh ada yang disembunyikan.
k. Materiil (Materiality) : pada dasarnya akuntansi disusun berlandaskan dasar
teori yang diterapkan untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi dalam
suatu cara tertentu. Akan tetapi dalam pelaksanaannya tidak semua transaksi
diperlakukan sesuai dengan teori.
l. Konservatif
(Konservatism) : pada
prinsip ini, laporan keuangan disusun sedemikian rupa dengan penilaian yang
direndahkan. Hal ini terjadi karena adanya sikap berhati-hati pihak manajemen
yang tercermin dalam laporan keuangan untuk mengantisipasi keadaan pada waktu
tidak diperoleh laba atau rugi.
m. Dasar Akrual (Accrual Basic) : untuk mencapai tujuannya, laporan keuangan disusun
atas dasar akrual. Dengan demikian, transaksi dan peristiwa lain diakui pada
saat kejadian, bukan pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar.
Kemudian, transaksi dicatat dalam catatan akuntansi dan dilaporkan dalam
laporan keuangan pada periode yang sama. Laporan keuangan yang disusun atas
dasar akrual tidak hanya memberikan informasi transaksi masa lalu yang
melibatkan penerimaan dan pembayaran kas. Tetapi, kewajiban pembayaran kas dan
sumber daya yang menunjukkan kas yang akan diterima di masa depan juga
diinformasikan.
F.
Laporan Keuangan
Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan
pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk
menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari
proses pelaporan keuangan.
Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi :
- Neraca
- Laporan laba rugi komprehensif
- Laporan perubahan ekuitas
- Laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan berupa laporan arus kas atau laporan arus dana
- Catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan
Menurut para ahli
mengenai laporan keuangan :
- Pengertian laporan keuangan menurut Standar Akuntansi Keuangan (SAK):
Laporan keuangan adalah
bagian dari proses pelaporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca,
laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan dalam
berbagai cara seperti, misalnya : sebagai laporan arus kas, atau laporan arus
dana, catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian
integral ari laporan keuangan. Di samping itu juga ternasuk skedul dan
informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut, misal : informasi
keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan
harga (Ikatan Akuntansi Indonesia, 2009).
- Menurut M. Saddeli, 2002:2
Laporan keuangan adalah
hasil dari proses akuntansi dan merupakan informasi histories. Akuntansi adalah
proses pengidentifikasian, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi untuk
membuat pertimbangan dan mengambil keputusan yang tepat bagi pemakai informsi
tersebut.
3. Menurut Syafri 2008:201
Laporan Keuangan adalah
output dan hasil akhir dari proses akuntansi. Laporan keuangan inilah yang
menjadi bahan informasi bagi para pemakainya sabagai salah satu bahan dalam
proses pengambilan keputusan. Disamping sebagai informasi, laporan keuangan
juga sebagai pertanggung jawaban atau accountability. Sekaligus mengambarkan
indikator kesuksesan suatu perusahaan dalam mencapai tujuannya.
G . Isi Laporan
Laporan
keuangan terdiri dari 3 macam :
a. Laporan Laba-Rugi (income statement)
Laporan
laba-rugi adalah salah satu laporan keuangan dalam akuntansi yang menggambarkan
apakah suatu perusahaan mengalami laba atau rugi dalam satu periode akuntansi.
Bentuk Laporan Laba – Rugi :
1. Metode Single Step
Pada metode single step,
seluruh pendapatan dikurangi dengan beban selama satu periode pelaporan
2. Metode Multiple Step
Pada metode multiple
step, pendapatan operasional dikurangkan terlebih dahulu dengan beban
operasional untuk memperoleh informasi laba/rugi operasional dan kemudian
diperhitungkan pendapatan dan beban non-operasional untuk memperoleh informasi
laba/rugi bersih.
b. Laporan Perubahan Modal (statement of equity)
Laporan
perubahan modal adalah salah satu laporan keuangan dalam akuntansi yang
menggambarkan bertambahnya atau berkurangnya modal suatu perusahaan akibat dari
laba atau rugi yang diterima oleh perusahaan tersebut dalam satu periode
akuntansi.
c. Neraca (balance sheet)
Laporan
neraca adalah salah satu laporan keuangan dalam akuntansi yang menunjukan
keadaan keuangan secara sistematis dari suatu perusahaan pada saat tertentu
dengan cara menyajikan daftar aktiva, utang dan modal pemilik perusahaan.
Bentuk Neraca :
1.
Bentuk Laporan (Stafel)
Neraca yang disusun
dalam bentuk stafel artinya neraca disajikan dengan harta atau aktiva di bagian
atas dan kewajiban serta modal di bagian bawahnya. Neraca bentuk stafel sering
disebut juga bentuk laporan/vertikal.
2.
Bentuk T (Skontro) atau Bentuk Rekening
Neraca yang disusun dalam bentuk T artinya penyajian harta atau aktiva di
sebelah kiri, sedangkan kewajiban dan modal di sebelah kanan. Neraca bentuk
skontro sering disebut juga bentuk sebelah menyebelah.
d. Laporan Arus Kas (Statement of Cash Flows)
Laporan arus kas adalah laporan yang menunjukkan arus masuk dan arus keluar
tentang kas dan setara dengan kas. Kas merupakan uang tunai atau saldo kas dan
rekening giro, sedangkan setara kas erupakan investasi yang sifatnya sangat
likuid, berjangka pendek yang dengan cepat dapat dijadikan kas. Laporan arus
kas harus melaporkan arus kas selama periode tertentu dapat diklasifikasikan
menurut aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan, dengan disesuaikan bisnis
perusahaan tersebut.
H.
Tujuan Laporan Akuntansi
Tujuan
laporan keuangan menurut A Statement of Basic Accounting Theory (ASOBAT) dalam
Sofyan Syafri Harahap (2000 : 6), merumuskan empat tujuan laporan keuangan
sebagai berikut :
a. Membuat keputusan yang menyangkut penggunaan kekayaan
yang terbatas dan untuk menetapkan tujuan.
b. Mengarahkan dan
mengontrol secara efektif sumber daya manusia dan faktor produksi lainnya.
c.
Memelihara dan melaporkan pengamanan terhadap
kekayaan.
d.
Membantu fungsi
dan pengawasan sosial.
Simpulan :
akuntansi merupakan sistem
informasi yang memberikan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan
mengenai kegiatan ekonomi dan kondisi perusahaanSebagai proses pencatatan,
penggolongan, peringkasan transaksi keuangan dan penginterpretasian hasil
proses tersebut. Sedangkan laporan
keuangan dibuat sebagai bagian dari proses pelaporan keuangan yang lengkap,
dengan tujuan untuk mempertanggungjawabkan tugas-tugas yang dibebankan kepada manajemen.
Sumber :
Komentar
Posting Komentar