Materi VII (Manajemen Produksi)
Yosi Hestiana
1EB02
MANAJEMEN
PRODUKSI
A. Manajemen Produksi
Manajemen produksi
merupakan salah satu bagian dari bidang manajemen yang mempunyai peran dalam
mengoordinasi kan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan. Untuk mengatur
kegiatan ini, perlu dibuat keputusan-keputusan yang berhubungan dengan
usaha-usaha untuk mencapai tujuan agar barang dan jasa yang dihasilkan sesuai
dengan apa yang direncanakan. Dengan demikian, manajemen produksi menyangkut
pengambilan keputusan yang berhubungan dengan proses produksi untuk mencapai
tujuan organisasi atau perusahaan.
Pengertian manajemen produksi mencakup
3 unsur penting, yaitu:
a. Adanya orang
yang lebih dari satu
b. Adanya
tujuan yang ingin dicapai
c. Orang yang
bertanggungjawab terhadap pencapaian tujuan tersebut
Berikut ini pengertian manajemen produksi menurut
para ahli :
1.
Heizer dan Render (2011: 4)
Heizer dan Render didalam bukunya
menyatakan bahwa manajemen operasi (operations management) adalah
serangkaian aktivitas yang menghasilkan nilai dalam bentuk barang dan jasa
dengan mengubah input menjadi output.
2.
Handoko (1999: 3)
Handoko didalam bukunya mengatakan
bahwa manajemen produksi dan operasional adalah usaha-usaha pengelolaan secara
optimal penggunaan sumberdaya-sumberdaya (disebut juga dengan faktor-faktor
produksi), tenaga kerja, mesin - mesin, peralatan, bahan mentah dan lain sebagainya
didalam proses transformasi bahan mentah dan tenaga kerja menjadi berbagai
produk atau jasa.
3.
Wysocky (2000: 1)
Menurut Wysocky didalam bukunya
menyatakan bahwa manajemen operasi adalah desain, operasi, dan pengembangan
dari sistem-sistem yang mengantarkan kepada tujuan utama perusahaan barang dan
jasa dengan kombinasi.
4.
Sofyan Assauri (2004: 1)
Menurut Assauri didalam bukunya menyatakan bahwa
faktor-faktor produksi didalam ilmu ekonomi itu adalah tanah, modal, tenaga
kerja dan keterampilan (organizational and managerial skills).
B. Aspek - Aspek Manajemen Produksi
1.
Perencanaan
produksi
Bertujuan
agar dilakukanya persiapan yang sistematis bagi produksi yang akan dijalankan.
Keputusan yang harus dihadapi dalam perencanaan produksi :
·
Jenis barang yang diproduksi
·
Kualitas barang
·
Jumlah barang
·
Bahan baku
·
Pengendalian produksi
2.
Pengendalian
produksi
Bertujuan
agar mencapai hasil yang maksimal demi biaya seoptimal mungkin dan juga
bertujuan agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan sesuai dengan rencana. Kegiatan
yang dilakukan antara lain :
·
Menyusun perencanaan
·
Membuat penjadwalan kerja
·
Menentukan kepada siapa barang akan dipasarkan.
·
Pengawasan produksi.
C. Fungsi Manajemen Produksi
Menurut Sofjan
Assauri, Empat fungsi terpenting produksi yaitu :
1.
Proses pengolahan
Hal
ini merupakan metode atau teknik yang digunakan untuk pengolahan masukan atau
Input.
2.
Jasa-Jasa Penunjang
Hal
ini merupakan sarana berupa pengorganisasian untuk penetapan dan metode yang
akan dijalankan sehingga proses pengolahan dapat dilaksanakan secara efektif
dan efisien.
3.
Perencanaan
Hal
ini merupakan keterkaitan dan pengorganisasian kegitan produksi yang akan
dilakukan dalah dasar waktu atau periode tertentu.
4.
Pengendalian atau Pengawasan
Hal ini
merupakan fungsi untuk menjamin terlaksananya kegiatan sesuai dengan yang
direncanakan sehingga maksud dan tujuan untuk penggunaan dan pengolahan masukan
(input) pada kenyataannya dapat dilaksanakan.
D. Ruang Lingkup Manajemen Produksi
1.
Perencanaan
Produksi
Pada tahap
awal ini seluruh rencana produksi dibahas, bagaimana produksi nanti kedepanya.
Dalam tahap ini juga setiap anggota tim bisa mengajukan ide produk
baru yang relevan dan efektif untuk mewujudkan tujuan organisasi.
2.
Pengendalian
Produksi
Rencana
produksi yang telah dibuat tadi perlu dilaksanakan. Nah agar berjalan sesuai
dengan rencana tersebut kita perlu melakukan pengendalian atau kontrol pada
proses produksi. Proses ini juga bisa disebut sebagai proses penentuan rincian
teknis.
3.
Pengawasan
Produksi
Pada saat
proses produksi berlangsung, harus ada pengawasan yang dilakukan. Tujuannya
agar hasil produksi yang dihasilkan sesuai dengan yang diharapkan, ontime,
tidak kekurangan atau kelebihan budget, produk sesuai dengan standar
kualitas, dan lain sebagainya hingga pada bagian siap untuk diluncurkan ke
pasar.
E. Tahapan Dalam Manajemen Produksi
Berikut
adalah tahapan manajemen produksi :
1.
Perencanaan
Produksi
Pada tahap
awal ini seluruh rencana produksi dibahas, bagaimana produksi nanti kedepanya.
Dalam tahap ini juga setiap anggota tim bisa mengajukan ide produk
baru yang relevan dan efektif untuk mewujudkan tujuan organisasi.
2.
Pengendalian
Produksi
Rencana
produksi yang telah dibuat tadi perlu dilaksanakan. Nah agar berjalan sesuai
dengan rencana tersebut kita perlu melakukan pengendalian atau kontrol pada
proses produksi. Proses ini juga bisa disebut sebagai proses penentuan rincian
teknis.
3.
Pengawasan
Produksi
Pada saat
proses produksi berlangsung, harus ada pengawasan yang dilakukan. Tujuannya
agar hasil produksi yang dihasilkan sesuai dengan yang diharapkan, ontime,
tidak kekurangan atau kelebihan budget, produk sesuai dengan standar
kualitas, dan lain sebagainya hingga pada bagian siap untuk diluncurkan ke
pasar.
F. Pengertian Produksi
Produksi adalah segala kegiatan dalam menciptakan dan menambah kegunaan (utility) suatu barang atau jasa yang membutuhkan faktor-faktor produksi berupa tanah, modal, tenaga kerja, danskills (organizational, managerial and technical skills).
Produksi adalah segala kegiatan dalam menciptakan dan menambah kegunaan (utility) suatu barang atau jasa yang membutuhkan faktor-faktor produksi berupa tanah, modal, tenaga kerja, danskills (organizational, managerial and technical skills).
G. Proses Produksi
a. Proses
produksi langsung yaitu proses produksi yang meliputi produksi primer yaitu
produksi alam langsung, misalkan perikanan, pertambangan, dan sebagainya.
Produksi sekunder yaitu proses produksi yang memberikan nilai lebih dari barang
yang memberikan nilai lebih dari barang yang sudah ada, misalkan kayu untuk
membangun rumah, jembatan, dan sebagainya.
b. Produksi
tidak langsung, yaitu proses produksi yang hanya memberikan hasil dari keahlian
atau produk dalam bentuk jasa, misalkan kesehatan oleh dokter, perbaikan mesin
kendaraan oleh montir dan sebagainya.
H. Sifat Proses Produksi
a. Proses
ekstraktif yaitu proses produksi dengan mengambil langsung dari alam.
b. Proses
analitik yaitu proses produksi yang berupa kegiatan memisahkan suatu barang
menjadi bermacam-macam barang yang hampir menyerupai bentuk aslinya.
c. Proses
fabrikasi, yaitu proses mengubah suatu bahan menjadi beberapa bentuk produk
baru.
d. Proses
sintetik, yaitu proses mengkombinasikan beberapa bahan ke dalam suatu bentuk
produk, proses ini sering disebut dengan proses perakitan.
I. Jangka Waktu Produksi
a. Proses
produksi terus-menerus, yaitu proses produksi yang menggunakan
fasilitas-fasilitas produksi untuk menghasilkan produk yang dilakukan secara
terus-menerus tanpa terpengaruh kondisi musim atau cuaca dan waktu. Sifat
produknya hanya beberapa jenis dan diproduksi dalam skala besar.
b. Produksi
secara terputus-putus, yaitu proses produksi yang kegiatan produksinya berjalan
tidak setiap saat, tetapi tergantung beberapa hal, misalkan produksi
berdasarkan pesanan, produksi berdasarkan musim tertentu, dan sebagainya.
J. Pengambilan Keputusan Dalam Manajemen Produksi
Dilihat dari
kondisi keputusan yang harus diambil, dibedakan menjadi :
1. Pengambilan
keputusan atas peristiwa yang pasti.
2. Pengambilan
keputusan atas peristiwa yang mengandung resiko.
3. Pengambilan
keputusan atas peristiwa yang tidak pasti.
4. Pengambilan
keputusan atas peristiwa yang timbul karena pertentangan dengan keadaan lain.
Simpulan :
Jadi Manajemen
produksi adalah kegiatan/usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan dengan
mengoordinasi kegiatan orang lain.
Pengertian manajemen produksi mencakup
3 unsur penting, yaitu:
a. Adanya orang
yang lebih dari satu
b. Adanya
tujuan yang ingin dicapai
c. Orang yang
bertanggungjawab terhadap pencapaian tujuan tersebut
Sumber :
Komentar
Posting Komentar