Materi IX (Manajemen Keuangan Perusahaan)
Yosi Hestiana
1EB02
MANAJEMEN KEUANGAN PERUSAHAAN
A.
Manajemen
Keuangan Perusahaan
Manajemen keuangan perusahaan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran,
pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang
dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan.
Menurut para
ahli mengenai manajemen keuangan :
1. Menurut Liefman
Manajemen Keuangan merupakan usaha untuk menyediakan
uang dan menggunakan uang untuk mendapat atau memperoleh aktiva.
2. Menurut Erlina, SE.
Manajemen keuangan merupakan manajemen terhadap
fungsi-fungsi keuangan. Fungsi-fungsi keuangan tersebut meliputi bagaimana
memperoleh dana (raising of fund) dan bagaimana menggunakan dana tersebut
(allocation of fund).
3. Menurut Depdiknas
Manajemen keuangan merupakan tindakan
pengurusan/ketatausahaan keuangan yang meliputi pencatatan, perencanaan,
pelaksanaan, pertanggungjawaban dan pelaporan.
4. Menurut Prawironegoro
Aktivitas pemilik dan manajemen perusahaan untuk
memperoleh modal yang semurah-murahnya dan menggunakan seefektif, seefisien,
dan seproduktif mungkin untuk menghasilkan laba.
5. Menurut Suad Husnan
Manajemen Keuangan ialah manajemen terhadap
fungsi-fungsi keuangan.
6. Menurut Bambang Riyanto
keseluruhan aktivitas perusahaan yang berhubungan
dengan usaha mendapatkan dana yang diperlukan dengan biaya yang minimal dan
syarat-syarat yang paling menguntungkan beserta usaha untuk menggunakan dana
tersebut se-efisien mungkin.
Seorang
manajer keuangan dalam suatu perusahaan harus mengetahui bagaimana mengelola
segala unsur dan segi keuangan, hal ini wajib dilakukan karena keuangan
merupakan salah satu fungsi penting dalam mencapai tujuan perusahaan.
Unsur
manajemen keuangan harus diketahui oleh seorang manajer. Misalkan saja seorang
manajer keuangan tidak mengetahui apa-apa saja yang menjadi unsur-unsur
manajemen keuangan, maka akan muncul kesulitan dalam menjalankan suatu
perusahaan tersebut.
Sebab itu,
seorang manajer keuangan harus mampu mengetahui segala aktivitas manajemen
keuangan, khususnya penganalisisan sumber dana dan penggunaan-nya untuk
merealisasikan keuntungan maksimum bagi perusahaan tersebut. Seorang manajer
keuangan harus memahami arus peredaran uang baik eksternal maupun internal.
Dalam
prakteknya, Manajemen Keuangan adalah tindakan yang diambil dalam rangka
menjaga kesehatan keuangan organisasi. Untuk itu, dalam membangun sistem
manajemen keuangan yang baik maka diperlukan pengidentifikasian prinsip-prinsip
manajemen keuangan yang baik pula.
B.
Fungsi Manajemen Keuangan Perusahaan
Berikut ini adalah penjelasan
singkat dari fungsi Manajemen Keuangan Perusahaan :
1. Perencanaan Keuangan, membuat rencana pemasukan dan
pengeluaraan serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu.
2. Penganggaran Keuangan, tindak lanjut dari perencanaan
keuangan dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan.
3. Pengelolaan Keuangan, menggunakan dana perusahaan
untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.
4. Pencarian Keuangan, mencari dan mengeksploitasi sumber
dana yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan.
5.
Penyimpanan Keuangan, mengumpulkan dana perusahaan serta menyimpan
dan mengamankan dana tersebut.
6. Pengendalian Keuangan, melakukan evaluasi serta
perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada perusahaan.
7. Pemeriksaan Keuangan, melakukan audit internal atas
keuangan perusahaan yang ada
agar tidak terjadi penyimpangan.
8. Pelaporan keuangan, penyediaan informasi tentang
kondisi keuangan perusahaan sekaligus
sebagai bahan evaluasi.
Bila dikaitkan dengan tujuan ini, maka fungsi manajer
keuangan meliputi hal-hal sebagai berikut:
1.
Melakukan pengawasan atas biaya
2.
Menetapkan kebijaksanaan harga
3.
Meramalkan laba yang akan datang
4.
Mengukur atau menjajaki biaya modal kerja
C. Tujuan Manajemen Keuangan Perusahaan
Tujuan dari manajemen keuangan telah terlihat dalam proses penilaian yang dilakukan oleh pasar uang, tujuan utamanya yaitu memaksimalkan kekayaan pemegang saham. Menurut para ahli, tujuan manajemen keuangan yaitu untuk:
· Memaksimalkan keuntungan: seorang manajer keuangan
tidak menjamin keuntungan dalam jangka waktu yang panjang sebab ketidakpastian
bisnis tetapi perusahaan bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal bahkan dalam
jangka waktu yang panjang apabila manajer keuangannya mengambil suatu keputusan
keuangan yang tepat serta menggunakan keuangan perusahaan dengan baik.
·
Menjaga arus kas (cash flow): suatu
perusahaan harus mempunyai arus kas yang sesuai guna membayar biaya kebutuhan
perusahaan sehari-hari seperti pembelian bahan baki, pembayaran gaji karyawan,
sewa, dan sebagainya. Arus kas atau cash flow yang baik tentunya
akan meningkatkan keberhasilan perusahaan
· Mempersiapkan struktur modal: seorang manajer keuangan
harus dapat memutuskan rasio antara pembiayaan yang dimiliki dan keuangan yang
dipinjam agar dapat seimbang.
·
Pemanfaatan keuangan yang tepat: manajer keuangan
harus bisa memanfaatkan keuangan secara optimal dan perusahaan harus tidak
berinvestasi keuangan perusahaan dalam proyek yang tidak menguntungkan bagi
perusahaan.
·
Memaksimalkan kekayaan: jadi seorang manajer keuangan
mencoba agar agar memberikan dividen yang maksimal kepada pemegang saham dan
berupaya dalam meningkatkan nilai pasar saham sebab nilai pasar saham secara
langsung berkaitan dengan kinerja perusahaan
· Meningkatkan efisiensi: manajemen keuangan mencoba
meningkatkan efisiensi semua departemen perusahaan. Distribusi keuangan yang
tepat dalam semua aspek akan meningkatkan efisiensi seluruh perusahaan
·
Kelangsungan hidup perusahaan: perusahaan harus dapat
bertahan hidup pada dunia bisnis yang kompetitif seperti sekarang ini. Seorang
manajer keuangan harus berhati-hati saat membuat keputusan keuangan sebab
apabila salah dalam mengambil keputusan bisa saja perusahaan bangkrut atau
merugi
·
Mengurangi resiko operasional: manajemen keuangan juga
mencoba dalam mengurangi resiko operasional. Terdapat banyak resiko
ketidakpastian dalam bisnis namun seorang manajer keuangan harus bisam
mengambil langkah tepat agar dapat mengurangi resiko ini.
· Mengurangi biaya modal: manajer keuangan harus dapat
merencanakan struktur modal sedemikian rupa agar biaya modal dapat di
minimalkan.
D. AKTIVITAS MANAJEMEN KEUANGAN
Manajemen keuangan berhubungan dengan 6 aktivitas, yaitu :
1.
Aktivitas pengambilan keputusan terhadap suatu masalah
keuangan,yaitu sebagai seseorang yang paling berperan dalam perkembangan
keuangan perusahaan.
2.
Aktivitas perencanaan dana/aset,yaitu aktivitas dimana
manajer melakukan evaluasi kembali dan analisis dana/asset pereusahaan.
3. Aktivitas pencarian dana/aset,yaitu dimana seorang
manajer berperan penting dalam pengambilan keputusan dalam pilihan mencari
dana/asset yang tepat demi keberlangsungan perusahaan.
4. Aktivitas penggunaan dana, yaitu aktivitas untuk
menginvestasikan dana pada berbagai aktiva.
5.
Aktivitas perolehan dana, yaitu aktivitas untuk
mendapatkan sumber dana, baik dari sumber dana internal maupun sumber dana
eksternal perusahaan.
6.
Aktivitas pengelolaan aktiva, yaitu setelah dana
diperoleh dan dialokasikan dalam bentuk aktiva, dana harus dikelola seefisien
mungkin.
E. PELAKU MANAJEMEN KEUANGAN
Manajer Keuangan merupakan seseorang yang mempunyai
hak dalam mengambil suatu keputusan yang sangat penting dalam suatu bidang investasi
dan pembelanjaan perusahaan. Manajer keuangan juga bertanggung jawab dalam
bidang keuangan pada suatu perusahaan.
Aktivitas perusahaan ditinjau dari sudut manajemen keuangan menjadi tugas
manajer keuangan. Tugasnya antara lain adalah
- Perolehan dana/aset dengan biaya sesuai budget perusahaan.
- Penggunaan dana efektif dan efisien
- Analisis laporan keuangan
- Analisis lingkungan Internal dan eksternal yang berhubungan dengan keputusan rutin.
Berdasarkan tugas tersebut,
manajemen keuangan memiliki tujuan antara lain adalah ;
- Memaksimalkan nilai perusahaan
- Membina relasi dengan pasar modal dan pasar uang
- Sifat Dasar Perusahaan
Maka, fungsi manajer keuangan
meliputi hal-hal sebagai berikut :
- Melakukan pengawasan biaya-biaya
- Menetapkan kebijaksanaan harga
- Meramalkan laba yang akan datang
- Mengukur atau menjajaki biaya modal kerja
F. PERENCANAAN MANAJEMEN KEUANGAN
Perencanaan Keuangan adalah panduan atau pedoman yang disusun perusahaan
untuk mencapai tujuan dan membantu meningkatkan nilai perusahaan. Untuk itu
biasanya perusahaan melakukannya dengan cara memperkirakan jumlah dan penetapan
waktu investasi dan pembiayaan yang diperlukan.
Jika perencanaan keuangan telah dilakukan dengan
baik maka masalah keuangan perusahaan akan dapat dikelola dengan baik pula. Hal
ini sesuai dengan tujuan dari perencanaan keuangan yaitu :
1.
Meningkatkan investasi dalam usaha.
2.
Perubahan imbalan untuk para wirausaha.
3.
Meningkatkan kemampuan laba dalan usaha.
4.
Dapat memberikan harapan terhadap oertumbuhan usaha.
5.
Meningkatkan efisiensi usaha.
Selanjutnya
untuk mengetahui apakah perencanaan keuangan benar-benar dapat mencapai tujuan
tersebut, lakukan evaluasi dan analisislah rencana keuangan tersebut,berikut
antara lain cara perhitungannya dan analisisnya :
1. Dana
Perusahaan
Setiap
perusahaan membutuhkan dana untuk tetap beroperasi, karena kegagalan dalam
membayar pemasok dapat dapat membuat bangkrutnya usaha. Manajer harus dapat
membedakan dua jenis pengeluaran :
·
Pengeluaran Jangka Pendek (Short Term / Operatinge
Xpenditures)
·
Pengeluran Jangka Panjang (Long Term / Capital
Xpenditures)
2. Pembiayaan
Perusahaan (Corporate Financing)
Untuk
memenuhi kebutuhan akan pengeluaran jangka pendek maupun panjang, perusahaan
membutuhkan dana yang tidak saja dapat dipenuhi oleh kemampuan modal awal dari
pemilik serta kemampuannya dalam menghasilakn laba, tetapi juga dana dari luar
perusahaan seiring dengan perkembangan kemajuan usahanya.
3. Sumber Dana
Jangka Pendek.
Sumber dana jangka pendek meliputi :
Sumber dana jangka pendek meliputi :
·
Trade Credit (Utang Dagang), berfungsi
sebagai sumber dana bagi perusahaan barang telah dapat diterima tetapi
pembayarannya diserahkan kemudian.
·
Pinjaman Bank Jangka Pendek Dengan Jaminan (Scured
Short Term Loan), merupakan sumber dana jangka pendek yang sangat penting.
·
Pinjaman Jangka Pendek Tanpa Jaminan (Unsecured Short
Term Loan), Pinjaman ini merupakan sumber dana jangka pendek yang penting bagi
perusahaan. Dengan jenis pinjaman ini, perusahaan tidak perlu menyerahkan
jaminan kepada bank.
·
Letter Of Credit, Adalah janji tertulis dari bank bagi
pihak pembeli untuk membayar sejumlah uang kepada perusahaan yang dituju
(penjual) bila sejumlah kondisi telah terpenuhi.
·
Commercial Paper, adalah surat berharga yang
diterbitkan dan dijual oleh
·
perusahan besar dan terpercaya untuk memenuhi
kebutuhan jangka pendeknya.
·
Factoring. Perusahaan dapat memperoleh dana dengan
cepat melalui factoring yaitu dengan menjual piutang perusahaan kepada
perusahaan 5faktor (perusahaan pembeli piutang) yang biasanya adalah lembaga
keuangan.
4. Sumber Dana
Jangka Panjang.
Pada umumnya
perusahaan membutuhkan dana jangka panjanguntuk memenuhi pengeluaran jangka
panjangnya, seperti pembelian aktiva tetap. Agar bias memulai usahanya
perusahaan harus mengeluarkan dana untuk bangunan dan peralatan. Pencarian dana
jangka panjang diperoleh dari :
Pembiayaan Melalui Utang :
1.
Utang jangka panjang
2.
Obligasi perusahaan
Pembiayaan Dengan Modal Sendiri
(Equity Financing) :
1.
Saham biasa
2.
Laba ditahan
Bila dikaitkan dengan tujuan ini,
maka fungsi manajer keuangan meliputi hal-hal sebagai berikut :
1.
Melakukan pengawasan atas biaya
2.
Menetapkan kebijaksanaan harga
3.
Meramalkan laba yang akan datang
4.
Mengukur atau menjajaki biaya modal kerja
5. Penganggaran
Modal ( Capital Budgeting)
Istilah
penganggaran modal digunakan untuk melukiskan tindakan perencanaan dan
pembelanjaan pengeluaran modal, seperti untuk pembelian equipment baru untuk
memperkenalkan produk baru, dan untuk memodernisasi fasilitas pabrik.
6. Penggolongan
Investasi Dalam Pemilihan Alternatif Investasi
Ada beberapa kriteria dalam
penilaian investasi yakni dapat menggunakan beberapa metode :
1.
Payback Method.
2.
Average Return on Investment
3.
Present Value
4.
Discounted Cash Flows.
7. Metode
Penilaian Investasi
Metode ini
sering pula disebut dengan istilah lain seperti payoff method dan pay out
method. Faktor yang menentukan penerimaan atau penolakan suatu usulan investasi
adalah jangka waktu yang diperlukan untuk menutup kembali investasi.
Perhitungan Pay-back yang belum memperhitungkan Unsur Pajak Penghasilan :
Pay-back
Periode = Investasi
( dlm tahun)
Laba Tunai rata-2 per tahun
8. Arus Kas
Masuk
Menurut
pernyataan standar akuntansi Keuangan (PSAK) No. 2, laporan arus kas adalah
memberi informasi histories mengenai perubahan kas dan setara kas dari laporan
arus kas yang mengklasifikasikan arus kas berdasarkan aktivitas investasi,
maupun pendanaan (financing) selama suatu periode akuntansi.
9. Average
Return on Investment Method ( Metode Rata-rata Kembalian Investasi)
Metode ini
juga disebut Accounting method atau Financial Statement method.
Rumus. :
Rata-rata kembalian Investasi
Rata-Rata
Kembalian = Laba Sesudah Pajak = … %
Kriteria Penilaian.
· Suatu investasi akan diterima jika tarif kembalian
investasinya dapat memenuhi batasan yang ditetapkan manajer.
·
Jika Pengambilan Keputusan belum memiliki batasan
tarif kembalian investasi, maka dari beberapa investasi yang diusulkan dipilih
adalah yang memberikan tingkat kembalian yang terbesar.
Kebaikan Metode Rata-rata Kembalian Investasi.
1.
Metode ini telah memperhitungkan aliran kas selama
umur proyek investasi.
Kelemahan Metode Rata-rata Kembalian Investasi
1.
Tidak memperhitungkan nilai waktu uang.
2.
Dipengaruhi oleh penggunaan metode depresiasi.
3.
Metode tidak dapat diterapkan jika investasi dilakukan
dalam beberapa tahap.
10. Metode Average Rate of Return ( Metode masa Pengembalian Investasi )
Metode ini
digunakan untuk mengukur rata-rata tingkat keuntungan investasi.
11. Metode Net
Present Value
Metode Net
Present Value adalah selisih uang yang diterima dan uang yang dikeluarkan
dengan memperhatikan time value of money. Gunakan rumus time value of money
yang present value untuk mengetahui nilai uang saat ini. Oleh karena uang
tersebut akan diterima di masa depan, kita harus mengetahui berapa nilainya
jika kita terima sekarang. Jika selisihnya positif maka bisnis tersebut
diterima. JIka negative, bisnis tersebut tidak layak. Jika 0, bisnis tetap
dijalankan jika bisnis tersebut digunakan untuk kepentingan public. NPV semakin
besar semakin layak. Untuk independent projects pilih yang positif. Untuk
mutually eksklusif pilih yang positifnya paling besar.
12. Metode
Profitability Index
Metode ini
menghitung perbandingan antara nilai arus kas bersih yang akan datang dengan
nilai investasi yang sekarang. Profitability Index harus lebih besar dari 1
baru dikatakan layak. Semakin besar PI, investasi semakin layak.
13. Metode
Internal Rate of Return
Metode
Internal Rate of Return adalah adopsi dari NPV. Satuannya menggunakan %.
Tingkat bunga dimana arus kas masuk yang sudah di-presentvaluekan = Initial
Investment-nya. IRR > K diterima, IRR < K ditolak. Semakin besar IRR,
proyek semakin layak.
Simpulan :
Jadi, manajemen keuangan adalah aktivitas pemilik dan
manajemen perusahaan untuk memperoleh sumber modal yang semuah-murahnya dengan
menggunakanya seefektif, seefisien, dan seproduktif mungkin untuk menghasilkan
laba.
Seorang manajer keuangan dalam suatu perusahaan harus
mengetahui bagaimana mengelola segala unsur dan segi keuangan, hal ini wajib
dilakukan karena keuangan merupakan salah satu fungsi penting dalam mencapai
tujuan perusahaan.
Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_keuangan
https://kevinhenanta.wordpress.com/2015/12/15/bab-9-manajemen-keuangan-perusahaan/
Komentar
Posting Komentar