Materi VI (Manajemen Pemasaran )
Yosi Hestiana
1EB02
MANAJEMEN
PEMASARAN
A. Pengertian
Manajemen Pemasaran
Kata
manajemen sering di definisikan sebagai sebuah proses rangkaian kegiatan
perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan controlling (pengawasan)
yang dilakukan untuk mencapai target atau tujuan yang telah ditentukan
sebelumnya, dan definisi pemasaran yaitu suatu kegiatan didalam perekonomian
yang dapat membantu menciptakan nilai ekonomi, nilai tersebut menentukan harga
produk atau jasa. Faktor terpenting dalam menciptakan nilai tersebut adalah
produksi, pemasaran dan konsumsi. Jadi pemasaran merupakan penghubung antaran
kegiatan produksi dan konsumsi.
Manajemen
pemasaran adalah proses penetapan tujuan-tujuan pemasaran
bagi suatu organisasi
(dengan mempertimbangkan sumber daya internal dan peluang pasar), perencanaan,
dan pelaksanaan aktivitas untuk memenuhi tujuan-tujuan tersebut, dan mengukur
kemajuan ke arah pencapaiannya.
Pengertian manajemen pemasaran
menurut para ahli :
1. Menurut
Sofjan Assauri (2013:12)
Pengertian Manajemen Pemasaran
adalah kegiatan menganalisis, merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan
program-program yang disusun dalam pembentukan, pembangunan, dan pemeliharaan
keuntungan dari pertukaran/ transaksi melalui sasaran pasar dengan harapan
untuk mencapai tujuan organisasi (perusahaan) dalam jangka panjang.
2. Menurut
Philip Kotler (2005:9)
Definisi Manajemen Pemasaran adalah
proses dalam merencanakan, melaksanakan, memikirkan, menetapkan harga promosi,
dan menyalurkan gagasan barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang
memenuhi sasaran-sasaran individu dalam organisasi.
3. Menurut Basu
Swastha (2008:5)
Pengertian Pemasaran adalah suatu sistem
keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan,
menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan
kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.
4. Menurut
American Marketing Association (1960)
Definisi Pemasaran adalah hasil prestasi kerja
kegiatan usaha yang berkaitan dengan mengalirnya barang dan jasa dari produsen
sampai ke konsumen.
5. Menurut
Kotler
Manajemen pemasaran menurut Kotler adalah proses
perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penetapan harga, promosi dan distribusi
gagasan, barang dan jasa untuk menghasilkan konsep pertukaran yang memenuhi
sasaran-sasaran individu dan kelompok
6. Menurut Ben
M. Eniy (2007:130)
Manajemen pemasaran merupakan proses untuk
meningkatkan efisiensi dan efektivitas dari kegiatan pemasaran yanng dilakukan oleh
individu atau perusahaan.
7. Menurut Buchori
dan Djaslim (2010:5)
Manajeman pemasaran adalah proses perencanaan dan
pelaksanaan konsepsi, penetapan harga, promosi dan distribusi gagasan, barang,
dan jasa, untuk menghasilkan pertukaran yang memuaskan individu dan memenuhi
tujuan organisasi.
8. Menurut
Dharmmesta & Handoko (1982)
Manajemen pemasaran adalah salah satu kegiatan utama
dari perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan perusahaannya, agar
berkembang serta mendapatkan keuntungan dari kegiatan pertukaran. Proses
pemasaran itu dimulai jauh sebelum barang-barang diproduksi, dan tidak berakhir
dengan penjualan. Kegiatan pemasaran perusahaan harus juga memberikan kepuasan
kepada konsumen jika menginginkan usahanya berjalan terus, atau konsumen
mempunyai pandangan yang lebih baik terhadap perusahaan.
B.
Konsep Manajemen Pemasaran
1.
Konsep Produksi
Perusahaan
yang mengadopsi konsep ini, berfikir bahwa barang maupun jasa yang dihasilkan
haruslah murah, sehingga bisa dibuat kapan saja dan di mana saja agar tidak
terjadi masalah dalam penjualan. Secara tidak langsung, perusahaan ini mencoba
manajemen pemasaran melalui upaya penurunan biaya produksi dan penguatan
sistem distribusi. Dalam rangka menurunkan biaya produksi ke level minimum, perusahaan
akan mengandalkan sistem produksi barang dalam skala besar. Konsep ini akan
berjalan dengan baik jika permintaan melebihi stok. Namun, pelanggan tidak
selalu membeli barang atau jasa yang murah dan mudah didapat. Ada saatnya
mereka membutuhkan barang berkualitas dengan harga yang pantas.
2.
Konsep Produk
Perusahaan
yang menggunakan konsep ini memercayai bahwa kualitas barang maupun jasa yang
dihasilkan perusahaan haruslah bagus, sehingga mudah menarik konsumen. Konsep
manajemen pemasaran ini, mungkin bisa diterima oleh sebagian konsumen, namun
kita tidak boleh lupa, kualitas yang bagus pasti memengaruhi harga, sedangkan
bagi sebagian konsumen, harga yang murah masih menjadi tujuan utama untuk
membeli barang.
3.
Konsep Penjualan
Perusahaan
yang menggunakan konsep ini berpikir bahwa pelanggan tidak boleh dibiarkan
sendirian. Perusahaan harus mengarahkan konsumen dengan sebuah teknik penjualan
yang harus dipikirkan, karena barang tidak dibeli tetapi barang harus dijual.
Dalam konsep manajemen pemasaran ini, perusahaan harus memikirkan usaha
penjualan untuk memengaruhi konsumen membeli produknya. Mereka percaya bahwa
dengan sistem penjualan yang baik, mereka bisa menjual produk apa saja yang
mereka tawarkan. Hal ini terkadang ada benarnya meskipun tidak bisa diandalkan
secara terus menerus. Anda mungkin bisa meraih hati pelanggan satu kali disaat
pertama promosi, tapi dengan banyaknya kompetitor , bisa jadi pelanggan akan
berpindah produk di kemudian hari.
4.
Konsep Pemasaran
Perbedaan
antara penjualan dan pemasaran adalah, penjualan lebih menekankan pada produk
yang dijual, sedangkan pemasaran lebih tertuju kepada keinginan dan kebutuhan
konsumen. Perusahaan yang menggunakan konsep pemasaran menganggap bahwa
kepuasan konsumen adalah segalanya, sehingga barang atau jasa yang dihasilkan
harus sesuai kebutuhan mereka. Dengan kata lain, perusahaan seperti ini tidak
membuat apa yang mereka bisa, tapi membuat apa yang konsumen inginkan. Konsep
manajemen pemasaran ini mungkin terkesan modern dan bisa bertahan dalam waktu
cukup lama, namun konsep ini hanya bisa dinikmati kalangan tertentu yang
memiliki tingkat kesejahteraan lebih.
5.
Konsep Pemasaran Umum
Konsep
ini menekankan tidak hanya pada kepuasan konsumen tapi juga memerhatikan manfaat
bagi orang lain. Sebagai contoh, jika suatu perusahaan menghasilkan mobil yang
rendah bahan bakar tapi menyebabkan polusi. Hal ini hanya membuat konsumennya
puas, tapi masyarakat tidak menerima manfaatnya. Perusahaan dengan konsep
manajemen pemasaran umum, tidak akan mau menjualnya. Perusahaan dengan konsep
ini percaya, bahwa sebuah kesuksesan bisnis akan dipengaruhi oleh kepuasan
pelanggan dan memiliki dampak baik yang bisa diterima masyarakat umum, sehingga
konsep ini memungkinkan untuk digunakan dan disukai banyak konsumen.
C.
Unsur Manajemen Pemasaran
Terdapat 3 (tiga) unsur yang penting didalam manajemen
pemasaran diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Orientasi
Kepada Konsumen
Biasanya produsen membuat produk
agar supaya dapat memenuhi kebutuhan dan kepuasan konsumen, yang orientasi
utamanya untuk menghasilkan keuntungan. Konsumen merupakan tujuan paling utama
yang harus dipertimbangkan dalam segala macam bentuk strategi bisnis. Demikian
halnya juga dengan proses penjualan atau marketing, maka dari itu dalam sebuah
bisnis konsumen merupakan pihak yang menjadi bagian dalam strategi dari konsep
pemasaran yang harus diperhatikan. Karena konsumen dapat juga disebut sebagai
raja, dan produsen atau perusahaan adalah pelayan yang harus melayani seluruh
kebutuhan raja (konsumen) yakni dengan cara menawarkan berbagai macam hal yang
menarik, baik itu dari segi produk yang diciptakan maupun dari segi pelayanan
yang telah ditawarkan. Manajemen pemasaran telah setuju dengan konsep pemasaran
yang paling baik dengan cara menjadikan konsumen sebagai prioritas yang paling
utama
.
2. Perencanaan
Berbagai Macam Kegiatan Pemasaran Secara Menyeluruh
Manajemen pemasaran telah setuju dengan adanya suatu pengaturan yang dinamis sebagai bentuk dalam penyusunan dari kegiatan pemasaran secara menyeluruh. Segala keperluan dalam bidang pemasaran, strategi, implementasi, penganalisisan, pengawasan dan lain sebagainya yang erat kaitannya dengan kegiatan pemasaran harus dilaksanakan dengan cara tersusun rapi dan diatur secara terperinci dan juga jelas, sehingga dapat mempermudah dalam proses pelaksanaan dan pengawasan. Manajemen pemasaran telah setuju dengan suatu upaya yang sistematis dan juga jelas sehingga bisa dilakukan penganalisisan dan pengawasab terhadap hasil yang sudah didapat. Evaluasi terhadap suatu manajemen pemasar salah satunya didasarkan atas kegiatan penyusunan secara menyeluruh tersebut.
3. Kepuasan
Konsumen
Kepuasan konsumen merupakan hal yang paling penting dan harus diperhatikan dalam hal penyusunan suatu strategi pemasaran. Manajemen pemasaran dianggap bagus apabila setuju dengan adanya hasil keputusan dari para konsumen yang maksimal sebagai akibat dari proses pemasaran yang berjalan. Ukuran kepuasan konsumen tidak hanya dilihat dari kualitas produknya, akan tetapi dari bagaimana cara ataupun strategi pemasaran yang dijalankannya.
D. Tujuan Manajemen Pemasaran
- Untuk mendapatkan pelanggan atau konsumen
- Untuk memperkenalkan produk atau usaha yang dijalani
- Untuk mendapatkan keuntungan atau laba
- Untuk bisa bersaing dengan perusahaan lain
- Untk meningkatkan pelanggan atau konsumen
E. Fungsi Manajemen Pemasaran
- Untuk melakukan riset konsumen
- Untuk mengembangkan produk
- Untuk melakukan distribusi
- Untuk menetapkan harga
- Untuk pemeberian service terhadap pelanggan
F. Tugas Manajemen Pemasaran
- Mempelajari kebutuhan & keinginan konsumen
- Mengembangkan konsep produk atau barang untuk kebutuhan dan kepuasan konsumen/pasar
- Membuat desain produk dan mengembangkan pembungkusan ataupun merk
- Mengatur distribusi dan memeriksa penjualan
- Menciptakan komunikasi pemasaran efektif dan efisien
- Mengatur harga untuk mendapatkan Return on Investment yang layak
Simpulan :
Jadi manajemen pemasaran adalah
proses merencanakan, penganalisaan, pelaksanaan, mengimplementasikan dan controlling
(pengawasan) atau mengendalikan kegiatan pemasaran dalam suatu perusahaan
supaya dapat tercapainya target atau tujuan perusahaan secara lebih efesien dan
efektif. Itulah definisi manajemen pemasaran secara umum, lalu fungsi manajemen
pemasaran sendiri seperti meliputi riset pembeli atau konsumen, pengembangan
produk, komunikasi dan promosi, strategi distribusi, penetapan harga dari
produk dan pemberian pelayanan pada konsumen. Tentunya semua kegiatan ini
dilakukan untuk dapat memenuhi kebutuhan konsumen.
Sumber :
Komentar
Posting Komentar