Materi I (Ruang Lingkup Bisnis)
Yosi Hestiana
1EB02
RUANG LINGKUP
BISNIS
I.
Pengertian Bisnis
Bisnis berasal dari bahasa inggris yaitu
business, dan mengembangkan kata
dasar busy yang berarti sibuk dalam
konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat.
Secara etimologi, bisnis berarti keadaan
dimana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang
menghasilkan keuntungan.
Sedangkan menurut Mahmud Machfoedz
bisnis adalah suatu usaha perdagangan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang
terorganisasi agar bisa mendapatkan laba dengan cara memproduksi dan menjual
barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Jadi bisnis bisa kita simpulkan menjadi
suatu aktivitas atau pekerjaan yang dilakukan oleh sekelompok orang dengan
mendapatkan suatu keuntungan atau nilai tambah.
Menurut jenisnya, bisnis dapat terbagi menjadi
empat kelompok sebagai berikut :
1.
Monopsoni
Adalah
keadaan dimana saat satu pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan atau
menjadikan suatu pembeli tunggal atas barang atau jasa dalam pasar komoditas.
Sering terjadi di areal perkebunan, pertanian, dan industri hewan potong
(ayam), sehingga sering terjadi tawar – menawar dalam harga bagi petani adalah
nonsen.
2.
Monopoli
Dalam
bahasa yunani yaitu monos, satu dan polein menjual yang merupakan bentuk
pasar yang hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar. Penentu harga
pasar sering di sebut dengan “monopolis”
3.
Oligopoli
Adalah
pasar penawaran satu jenis barang yang dikuasai oleh beberapa perusahaan.
Umumnya jumlah perusahaan >2<10 dan setiap perusahaan memposisikan
dirinya menjadi bagian yang terkait dengan pasar dan keuntungan yang mereka
dapatkan tergantung pesaing mereka.
4.
Oligopsoni
Adalah
keadaan dua atau lebih pelaku usaha yang menguasai penerimaan pasokan atau menjadi
pembeli tunggal barang dan jasa dalam
pasar komoditas.
Berikut ini kegiatan bisnis sebagai
sebuah organisasi :
·
Produksi
Dengan cara menciptakan
suatu barang dan jasa.
·
Keuangan
Kegiatan dengan cara
mencari dana untuk melaksanakan kegiatan dagang/usaha.
·
Pemasaran
Kegiatan
menginformasikan suatu barang dan jasa kepada konsumen.
·
Pengelolaan
sumber daya manusia
Kegiatan dengan cara
mencari suatu tenaga kerja dengan mengembangkan kemampuan.
II.
Tujuan
Bisnis
Biasanya
merupakan hasil akhir yang ingin dicapai oleh para pelaku bisnis dari bisnis
yang mereka lakukan dan menyediakan produk berupa barang atau jasa untuk
memenuhi kebutuhan konsumen serta memperoleh keuntungan dari aktivitas yang
dilakukan. Berikut ini ada beberapa tujuan bisnis antara lain :
1. Profit
(Keuntungan) : untuk memperoleh laba.
2. Growth (Pertumbuhan)
: untuk pertumbuhan ekonomi.
3. Continuity (berkesinambungan)
: dengan tujuan kontinu.
4. Stability
(stabilitas) : untuk kestabilan keuangan.
5. Public service
(pelayanan umum) : untuk membuka jasa.
6. Welfare
(sejahtera) : untuk kesejahteraan.
Tujuan Bisnis secara
umum terdiri dari :
1. Tujuan
ekonomi : Dengan memperoleh keuntungan.
2. Tujuan
sosial : Dengan memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat.
III.
Kesempatan Bisnis / usaha
Ada beberapa banyak usahawan sukses karena biasanya
terlihat dari kelihaian dalam berbisnis. Berikut ini ada beberapa yang perlu
kita perhatikan antara lain :
1.
Penuhi
kebutuhan konsumen
Dengan cara memenuhi
kebutuhan masyarakat sekitar, karena ini merupakan cara membuka usaha secara
umum.
2.
Jual
keunikan
Biasanya dengan
memanfaatkan bakat atau ide kreatif dan inovatif untuk mengahasilkan suatu
keunikan.
3.
Beri
fasilitas tambahan
Fasilitas tambahan akan
membuat konsumen akan merasa mendapatkan service yang baik dan hasil yang
memuaskan.
4.
Jadi
agen
Menyediakan jasa atau
layanan spesifik. Misalnya agen modeling, dan lain – lain.
5.
Buka
kantor
Merintis usaha sendiri
dengan memiliki latar belangkang profesi yang bersangkutan.
6.
Jalankan
DS/MLM
Bisnis prospektif
merupakan suatu alternatif untuk peluang usaha. Direct Selling dan Multi-Level
Marketing sering di sebut people
franchise. Memiliki modal yang murah dan sudah di dukung produk yang bagus.
7.
Usaha
waralaba (Franchise)
Dengan modal yang cukup
besar, usaha yang sudah memiliki konsumen, dengan membeli waralaba bisa menjadi
pilihan, dan waralaba merupakan jenis usaha yang relatif terstandarisasi dan di
butuhkan kejelian membaca waralaba yang bagus.
IV.
Sistem perekonomian dan Sistem Pasar
Sistem ekonomi berkaitan dengan sistem kebijakan ekonomi
makro yang dianut suatu negara. Dalam kaitain itu, aktivitas bisnis juga sangat
tergantung dari lingkungan kebijakan ekonomi yang berlaku di suatu negara.
Sedangkan sistem pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli barang dan
jasa. Di dalam sebuah pasar penjual dan pembeli akan melakukan suatu transaksi,
dan syarat terjadinya transaksi adanya barang yang akan di perjualkan, ada
pendagang, ada pembeli, dan ada kesepakatan kedua belah pihak.
Jenis – jenis sistem
perekonomian :
1. Perekonomian
terencana
2. Perekonomian
pasar
3. Perekonomian
pasar campuran
Berikut bentuk kegiatan
pasar menjadi 2 , sebagai berikut :
1. Pasar
nyata
Pasar dimana barang
yang di perjual belikan dan dapat dibeli. Contoh pasar swalayan dan
tradisional.
2. Pasar
abstrak
Pasar dimana barang
pedagangnya tidak menawar barang yang dijual belikann dan tidak membeli secara
langsung. Contoh pasar online.
V.
Unsur – unsur Penting Dalam Aktivitas Ekonomi
Ø Maanusia
(Men) : sebagai pengendali aktivitas
ekonomi dan tenaga kerja.
Ø Modal
(Money) : sebagai jalan awal untuk
suatu aktivitas ekonomi.
Ø Material
: sebagai peralatan membangun aktivitas ekonomi, faktor pendukung dalam
aktivitas ekonomi.
Ø Metode
: sebagai langkah suatu aktivitas ekonomi.
Ø Manajerial
: sebagai langkah pengolahan
Ø Mesin
atau peralatan : alat pembantu proses aktivitas ekonomi.
VI.
Etika Bisnis
Aktivitas bisnis lebih berorientasi pada profit,
tetapi etika dan moralitas senantiasa menjunjung tinggi. Bisnis, baik jika
berorientasi pada trust (kepercayaan). Etika adalah kepercayaan tentang apa
yang benar dan salah atau baik dan buruk dalam tindakan yang mempengaruhi yang
lain.
VII.
Hakikat Bisnis
Pada umumnya hakikat bisnis yang sesungguhnya
mementingkan orang lain, bukan hanya sekedar konsep kemuliaan dan spritualitas.
Bisnis sejati pada umumnya haruslah dilandaskan pada spiritualitas dan akan
menghasilkan tingkat spiritualitas yang lebih tinggi, baik bagi pelaku maupun
pelanggan. Orang yang berusaha menggunakan uang dan waktunya dengan menanggung
resiko dalam menjalankan kegiatan bisnis di sebut entrepreneur. Bisnis di
bedakan menjadi 4 macam kegunaan :
·
Kegunaan bentuk (form utility)
·
Kegunaan tempat (place utility)
·
Kegunaan waktu (time utility)
·
Kegunaan pemilikan (possesion utility)
VIII.
Mengapa Perlu Belajar Bisnis
Berbisnis merupakan hal yang sangat di perlukan
dalam kehidupan kita sehari – hari karena memang saling berkaitan dan tanpa
kita sadari kita melakukan kegiatan bisnis. Keuntungan dalam berbisnis banyak
sekali seperti menjual suatu barang dan tentu akan mendapatkan suatu keuntungan.
keuntungan tersebut bisa kita gunakan untuk memenuhi kebutuhan kita sehari –
hari atau jika kita ingin melanjutkan bisnis kita dapat melakukan investasi dan
lain – lain. Kebutuhan manusia berupa barang atau jasa itu lah mengapa bisnis
itu di perlukan .
Simpulan :
Jadi bisnis bisa dapat kita simpulkan
menjadi suatu aktivitas atau pekerjaan yang dilakukan oleh sekelompok orang
dengan mendapatkan suatu keuntungan atau nilai tambah. Ada 4 jenis bisnis yaitu
monopsoni, monopologi, oligopoli, dan oligopsoni. Biasanya hasil akhir yang
ingin dicapai oleh para pelaku bisnis dari bisnis yang mereka lakukan dan
menyediakan produk berupa barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen
serta memperoleh keuntungan dari aktivitas yang dilakukan.
Sumber :
Widiyono
dan Muhaer Pakkanna., 2014, Pengantar bisnis.Jakarta:Mitra Wacana Media
Wurips.staff.gunadarma.ac.id
Diandrasavv.blogspot.co.id/2014/11/pengantar-bisnis.html?m=1
sandylifiasyani.wordpress.com/2012/09/28/pengertian-bisnis-menurut-para-ahli
Komentar
Posting Komentar