Kemiskinan di Indonesia

Hasil gambar untuk logo gunadarma


Nama : Yosi Hestiana
NPM : 26217305
Kelas : 1EB02
Tugas : Perekonomian Indonesia 2

Hasil gambar untuk kemiskinan



Kemiskinan adalah keadaan di mana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Pola pikir masyarakat Indonesia menjadi salah satu faktor kemiskinan , karena pola pikir masyarakat hanya menetap. (Misalnya ada ibu menjadi seorang pengemis maka ibu tersebut akan menyuruh anaknya untuk mengemis juga mengikuti jejak sang ibu). Oleh karena itu kehidupan digenerasi yang selanjutnya akan tetap berada dalam kemiskinan. Andai ibu tersebut sadar akan pentingnya pendidikan dan mengumpulkan uangnya dan menyekolahkan anaknya maka anak tersebut akan mendapatkan pendidikan yang lebih layak dari pekerjaan itu (pengemis) sehingga digenerasi selanjutnya taraf hidup mereka akan lebih baik.Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan, dll.

Penyebab Kemiskinan 
1.      Laju Pertumbuhan Penduduk.
Pertumbuhan penduduk Indonesia terus  meningkat  menurut hasil sensus penduduk. Menurut data Badan PusatStatistik (BPS)  mengenai garis kemiskinan menurut provinsi di tahun 2015 Indonesia pada semester kedua bulan september memiliki 333.03  lebih  penduduk .Kemudian di sensus  penduduk tahun 2016 Indonesia pada semester kedua bulan september  memiliki 350. 420 .  .Kemudian di sensus penduduk tahun 2017  Indonesia pada semester kedua bulan september memiliki 370.910 . Meningkatnya jumlah penduduk membuat Indonesia semakin terpuruk dengan keadaan ekonomi yang belum mapan. Jumlah penduduk yang bekerja  tidak sebanding dengan  jumlah beban  ketergantungan. Penghasilan yang minim ditambah dengan  banyaknya beban  ketergantungan yang harus ditanggung  membuat  penduduk  hidup di bawah garis kemiskinan. Berikut data Badan PusatStatistik (BPS)  mengenai garis kemiskinan menurut provinsi di tahun 2015 – 2017 :
  
Provinsi
Garis Kemiskinan Menurut Provinsi (Rupiah/kapita/bulan)
Perdesaan
INDONESIA
2017
2016
2015
Semester 1 (Maret)
Semester 2 (September)
Semester 1 (Maret)
Semester 2 (September)
Semester 1 (Maret)
Semester 2 (September)
361 496
370 910
343 647
350 420
317 881
333 034








2.      Pengangguran.
      Secara garis besar penduduk suatu negara dibagi menjadi dua yaitu tenaga kerja dan bukan tenaga kerja. Yang tergolong sebagai tenaga kerja ialah penduduk yang berumur didalam batas usia kerja. Batasan usia kerja berbeda-beda disetiap negara yang satu dengan yang lain. Batas usia kerja yang dianut oleh Indonesia ialah minimum 10 tahun tanpa batas umur maksimum. Semakin banyak pengangguran, semakin banyak pula orang-orang miskin yang ada di sekitar. Karena pengangguran atau orang yang menganggur tidak bisa mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Padahal kebutuhan setiap manusia itu semakin hari semakin bertambah. Selain itu pengangguran juga menimbulkan dampak yang merugikan bagi masyarakat, yaitu pengangguran dapat menjadikan orang biasa menjadi pencuri, perampok, dan pengemis yang akan meresahkan masyarakat sekitar.

3.      Distribusi Pendapatan dan Pemerataan Pembangunan
Distribusi pendapatan nasional mencerminkan merata atau timpangnya pembagian hasil pembangunan suatu negara di kalangan penduduknya. Kriteria ketidakmerataan versi Bank Dunia didasarkan atas porsi pendapatan nasional yang dinikmati oleh tiga lapisan penduduk, yakni 40% penduduk berpendapatan rendah(penduduk miskin)  40% penduduk berpendapatan menengah serta 20% penduduk  berpendapatan tertinggi (penduduk terkaya). Ketimpangan dan ketidak merataandistribusi dinyatakan parah apabila 40% penduduk berpendapatan rendah menikmati kurang dari 12 persen pendapatan nasional.

4.      Tingkat pendidikan yang rendah
Rendahnya  kualitas  penduduk  juga  merupakan salah satu penyebab kemiskinan di suatu Negara Ini disebabkan karena rendahnya tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan tenaga kerja. Untuk adanya perkembangan ekonomi terutama industry, jelas sekali dibutuhkan lebih banyak teanga kerja yang mempunyai skill atau paling tidak dapat membaca dan menulis.Menurut Schumaker pendidikan merupakan sumber daya yang terbesar manfaatnya dibandingkan faktor-faktor produksi lain. Tidak adanya keterampilan, ilmu pengetahuan, dan wawasan yang lebih,  masyarakat tidak akan mampu memperbaiki hidupnya menjadi lebih baik. Karena dengan pendidikan masyarakat bisa mengerti dan memahami bagaimana cara untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi kehidupan manusia. Dengan belajar, orang yang semula tidak bisa menjadi bisa, salah menjadi benar, dsb. Maka dengan tingkat pendidikan yang rendah masyarakat akan dekat dengan kemiskinan.

5.      Kurangnya perhatian dari pemerintah.
Pemerintah yang kurang peka terhadap laju pertumbuhan masyarakat miskin dapat menjadi salah satu faktor  kemiskinan.Pemerintah tidak dapat memutuskan kebijakan yang mampu mengendalikan tingkat kemiskinan di negaranya.

6.      Bencana Alam
Banjir, tanah longsor, gunung meletus, dan tsunami menyebabkan gagalnya panen para petani, sehingga tidak ada bahan makanan untuk dikonsumsi dan dijual kepada penadah atau koperasi. Kesulitan bahan makanan dan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tidak dapat terpenuhi.

Program Yang Dilakukan Pemerintah
 Hasil gambar untuk program kemiskinan
1.     Memberikan kesempatan luas kepada masyarakat untuk  memperoleh layanan pendidikan memadai dan gratis seperti memberikan Kartu Indonesia Pintar.
2.      Redistribusi lahan dan modal pertanian yang seimbang.
3.     Mendorong perkembangan investasi pertanian dan pertambangan ke daerah pedesaan. Pembukaan investasi pertanian dan pertambangan dapat memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat desa. Dengan begitu, pendapatan mereka akan meningkat dan berpengaruh pada perubahan kesejahteraan hidup.
4.      Membuka kesempatan luas kepada masyarakat desa memperoleh kredit usaha yang mudah.
5.      Memenuhi kebutuhan sandang, pangan dan papan masyarakat.
6.   Dapat dilakukan melalui mekanisme lumbung desa yang memberikan kesempatan sama kepada masyarakat, memperoleh sumber kebutuhan secara terorganisir.
7.    Memperkenalkan sistem pertanian modern dengan teknologi baru yang memberikan kemudahan bagi masyarakat menggali sumber pendapatan yang memadai.
8.  Memberikan jaminan kesehatan kepada mayarakat dengan sistem layanan kesehatan gratis, memperbanyak PUSKESMAS dan unit layanan kesehatan kepada masyarakat dan memberikan kartu BPJS untuk masyarakat.
9.   Untuk itu, pemerintah berkewajiban memberikan jaminan asuransi memadai kepada masyarakat miskin.
10.  Memperkuat komitmen eksekutif dan legislatif untuk memperbaiki tatanan pemerintahan. Tatanan pemerintahan dewasa ini, memberikan keleluasaan terjadinya praktik korupsi dalam seluruh level pemerintahan. Perbaikan tatanan pemerintahan, menjadi keyword program penanggulangan kemiskinan bagi masyarakat miskin dan
11.  Mendorong agenda pembangunan daerah memprioritaskan pemberantasan kemiskinan sebagai skala prioritas utama, membangkitkan kesadaran kolektif agar memahami kemiskinan sebagai musuh bersama, dan meningkatkan partisipasi semua pihak dalam memberantas kemiskinan.

Dampak / Proses Dari Program Pemerintah
1.    Pemerintah perlu mengembangkan sistem pendidikan nasional yang berorentasi keberpihakan kepada orang miskin. Pendidikan yang ditawarkan di Indonesia cenderung mahal dan sulit dijangkau orang miskin. Karenanya, mereka memilih tidak menyekolahkan anak mereka, sebab beban biaya pendidikan tidak sebanding kemampuan keuangan mereka maka dari itu dengan memberikan kesempatan luas kepada masyarakat untuk  memperoleh layanan pendidikan memadai dan gratis seperti memberikan Kartu Indonesia Pintar dan menyediakan beasiswa bagi siswa miskin pada semua jenjang pendidikan, mulai dari SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, hingga perguruan tinggi. Juga menjadi salah satu solusi mengatasi kemiskinan di Indonesia
2.  Melakukan reformasi tanah untuk rakyat dengan menggalakkan program transmigrasi. Agar masyarakat memiliki tanah yang diolah secara mandiri untuk meningkatkan perekonomian keluarga.
3.  Pembukaan investasi pertanian dan pertambangan dapat memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat desa. Dengan begitu, pendapatan mereka akan meningkat dan berpengaruh pada perubahan kesejahteraan hidup.
4.      Membuka kesempatan luas kepada masyarakat desa memperoleh kredit usaha yang mudah. Sistem kredit saat ini (seperti KUR), belum memberikan kemudahan usaha bagi masyarakat desa dan sering salah sasaran. Karena itu, diperlukan kebijakan baru yang memberikan jaminan kredit usaha memadai bagi masyarakat desa.
5.   Teknologi pertanian diperbanyak dan diberikan cuma-cuma kepada petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan mempermudah pemenuhan kebutuhan hidup mereka. Memperkenalkan sistem pertanian modern dengan teknologi baru yang memberikan kemudahan bagi masyarakat menggali sumber pendapatan yang memadai.
6.   Memberikan jaminan asuransi dan jaminan sosial terhadap masyarakat desa. Jaminan ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin dan memberikan semangat hidup yang lebih berarti. Sistem yang ada saat ini, meskipun diperuntukkan bagi seluruh rakyat Indonesia namun mekanismenya tetap menyulitkan masyarakat miskin, terutama di desa yang kurang memahami sistem jaminan, dan dengan memberikan pelayanan rujukan bagi keluarga miskin secara gratis, tanpa biaya apa pun. Cara mengatasi kemiskinan di Indonesia di bidang kesehatan ini berupa adanya kartu BPJS.

Ide / Gagasan Mengenai Kemiskinan 
 Gambar terkait
Memberikan kemudahan mendapatkan pendidikan untuk masyarakat kurang mampu dengan mensosialisasikan mengenai kartu indonesia pintar secara menyeluruh agar masyarakat mendapatkan fasilitas tersebut secara merata dan dengan menyediakan beasiswa bagi siswa kurang mampu pada semua jenjang pendidikan, mulai dari SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, hingga perguruan tinggi juga menjadi salah satu solusi mengatasi kemiskinan di Indonesia. Dan dengan memperbanyak lapangan pekerjaan agar mengurangi pengangguran dan meningkatkan perekonomian. Memberikan pelayanan kesehatan secara mudah terhadap masyarakat kurang mampu dengan memperbanyak puskesmas di perdesa-an dan posyandu untuk anak – anak dengan memberikan edukasi mengenai kesehatan pada masyarakat.

Sumber




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jus Mangga

Softskill M4

Materi IV (Kewiraswastaan dan Perusahaan Kecil)