INFLANSI

Hasil gambar untuk lambang gunadarma



Nama : Yosi Hestiana
NPM : 26217305
Kelas : 1EB02
Materi : Tugas Perekonomian Indonesia 1
 Hasil gambar untuk inflasi




Inflasi adalah kecenderungan naiknya harga barang dan jasa pada umumnya yang berlangsung secara terus menerus. Jika inflasi meningkat, maka harga barang dan jasa di dalam negeri mengalami kenaikan. Naiknya harga barang dan jasa tersebut menyebabkan turunnya nilai mata uang. Dengan demikian, inflasi dapat juga diartikan sebagai penurunan nilai mata uang terhadap nilai barang dan jasa secara umum.


Penyebab Inflansi
    1.  Inflasi permintaan (Ingg: demand pull inflation) terjadi akibat adanya permintaan total yang berlebihan di mana biasanya dipicu oleh membanjirnya likuiditas di pasar sehingga terjadi permintaan yang tinggi dan memicu perubahan pada tingkat harga. Bertambahnya volume alat tukar atau likuiditas yang terkait dengan permintaan terhadap barang dan jasa mengakibatkan bertambahnya permintaan terhadap faktor-faktor produksi tersebut. Jadi, inflasi ini terjadi karena suatu kenaikan dalam permintaan total sewaktu perekonomian yang bersangkutan dalam situasi full employment di mana biasanya lebih disebabkan oleh rangsangan volume likuiditas dipasar yang berlebihan. Membanjirnya likuiditas di pasar juga disebabkan oleh banyak faktor selain yang utama tentunya kemampuan bank sentral dalam mengatur peredaran jumlah uang, kebijakan suku bunga bank sentral, sampai dengan aksi spekulasi yang terjadi di sektor industri keuangan.
   2. Inflasi desakan biaya (Ingg: cost push inflation) terjadi akibat adanya kelangkaan produksi dan/atau juga termasuk adanya kelangkaan distribusi, walau permintaan secara umum tidak ada perubahan yang meningkat secara signifikan.

Penggolongan Inflansi
Berdasarkan keparahannya inflasi juga dapat dibedakan :
  1. Inflasi ringan (kurang dari 10% / tahun)
  2. Inflasi sedang (antara 10% sampai 30% / tahun)
  3. Inflasi berat (antara 30% sampai 100% / tahun)
  4. Hiperinflasi (lebih dari 100% / tahun)

Menggukur Inflansi
Inflasi diukur dengan menghitung perubahan tingkat persentase perubahan sebuah indeks harga. Indeks harga tersebut di antaranya:
  • Indeks harga konsumen (IHK) atau consumer price index (CPI), adalah indeks yang mengukur harga rata-rata dari barang tertentu yang dibeli oleh konsumen.
  • Indeks biaya hidup atau cost-of-living index (COLI).
  • Indeks harga produsen adalah indeks yang mengukur harga rata-rata dari barang-barang yang dibutuhkan produsen untuk melakukan proses produksi. IHP sering digunakan untuk meramalkan tingkat IHK pada masa depan karena perubahan harga bahan baku meningkatkan biaya produksi, yang kemudian akan meningkatkan harga barang-barang konsumsi.
  • Indeks harga komoditas adalah indeks yang mengukur harga dari komoditas-komoditas tertentu.
  • Indeks harga barang-barang modal
  • Deflator PDB menunjukkan besarnya perubahan harga dari semua barang baru, barang produksi lokal, barang jadi, dan jasa.

Data Inflansi Indonesia tahun 2012 – 2017

Bulan
2012
2013
2014
IHK
Inflasi
IHK
Inflasi
IHK
Inflasi
Januari
130,9
0,76
136,88
1,03
110,99
1,07
Februari
130,96
0,05
137,91
0,75
111,28
0,26
Maret
131,05
0,07
138,78
0,63
111,37
0,08
April
131,32
0,21
138,64
-0,1
111,35
-0,02
Mei
131,41
0,07
138,6
-0,03
111,53
0,16
Juni
132,23
0,62
140,03
1,03
112,01
0,43
Juli
133,16
0,7
144,63
3,29
113,05
0,93
Agustus
134,43
0,95
146,25
1,12
113,58
0,47
September
134,45
0,01
145,74
-0,35
113,89
0,27
Oktober
134,67
0,16
145,87
0,09
114,42
0,47
November
134,76
0,07
146,04
0,12
116,14
1,5
Desember
135,49
0,54
146,84
0,55
119
2,46
Tingkat Inflasi

4,3

8,38

8,36
 
Bulan
2015
2016
2017
IHK
Inflasi
IHK
Inflasi
IHK
Inflasi
Januari
118,71
-0,24
123,62
0,51
127,94
0,97
Februari
118,28
-0,36
123,51
-0,09
128,24
0,23
Maret
118,48
0,17
123,75
0,19
128,22
-0,02
April
118,91
0,36
123,19
-0,45
128,33
0,09
Mei
119,50
0,50
123,48
0,24
128,83
0,39
Juni
120,14
0,54
124,29
0,66
129,72
0,69
Juli
121,26
0,93
125,15
0,69
130,00
0,22
Agustus
121,73
0,39
125,13
-0,02
129,91
-0,07
September
121,67
-0,05
125,41
0,22
130,08
0,13
Oktober
121,57
-0,08
125,59
0,14
130,09
0,01
November
121,82
0,21
126,18
0,47
130,35
0,2
Desember
122,99
0,96
126,71
0,42
131,28
0,71
Tingkat Inflasi

3,35

3,02

3,61
 
* Sejak Januari 2014, IHK didasarkan pada pola konsumsi pada survei biaya hidup di 82 kota tahun 2012 (2012=100)


Berdasarkan data di atas jika inflasi meningkat, maka harga barang dan jasa di dalam negeri mengalami kenaikan. Naiknya harga barang dan jasa tersebut menyebabkan turunnya nilai mata uang. Dengan demikian, inflasi dapat juga diartikan sebagai penurunan nilai mata uang terhadap nilai barang dan jasa secara umum. Perubahan IHK dari waktu  ke waktu menggambarkan tingkat kenaikan (inflasi) atau tingkat penurunan (deflasi) dari barang dan jasa kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Penghitungan IHK ditujukan untuk mengetahui perubahan harga dari sekelompok tetap barang/jasa yang pada umumnya dikonsumsi masyarakat.

Dampak Inflansi bagi perekonomian Indonesia
  • Dampak Inflasi terhadap Pendapatan : Inflasi dapat mengubah pendapatan masyarakat. Perubahan dapat bersifat menguntungkan atau  merugikan. Pada beberapa kondisi (kondisi inflasi lunak), inflasi dapat mendorong perkembangan ekonomi. Inflasi dapat mendorong para pengusaha memperluas produksinya. Dengan demikian, akan tumbuh kesempatan kerja baru sekaligus bertambahnya pendapatan seseorang. Namun, bagi masyarakat yang berpenghasilan tetap inflasi akan menyebabkan  mereka rugi karena penghasilan yang tetap itu jika ditukarkan dengan barang dan jasa akan semakin sedikit. 
  • Dampak Inflasi Terhadap Ekspor : Pada keadaan inflasi, daya saing untuk barang ekspor berkurang. Berkurangnya daya saing terjadi karena harga barang ekspor semakin mahal. Inflasi dapat menyulitkan para eksportir dan negara. Negara mengalami kerugian karena daya saing barang ekspor berkurang, yang mengakibatkan jumlah penjualan berkurang. Devisa yang diperoleh juga semakin kecil. 
  • Dampak Inflasi Terhadap Minat Orang untuk Menabung : Pada masa inflasi, pendapatan rill para penabung berkurang karena jumlah bunga yang diterima pada kenyataannya berkurang karena laju inflasi. Misalnya, bulan januria tahun 2006 seseorang menyetor uangnya ke bank dalam bentuk deposito satu tahun. Deposito tersebut menghasilkan bunga sebesar, misalnya, 15% per tahun. Apabila tingkat inflasi sepanjang januari 2006-januari 2007 cukup tinggi, katakanlah 11%, maka pendapatan dari uang yang didepositokan tinggal 4%. Minat orang untuk menabung akan berkurang.
  • Dampak Inflasi terhadap Kalkulasi Harga Pokok : Keadaan inflasi menyebabkan perhitungan untuk menetapkan harga pokok dapat terlalu kecil atau bahkan terlalu besar. Oleh karena persentase dari inflasi tidak teratur, kita tidak dapat memastikan berapa persen inflasi untuk masa tertentu. Akibatnya, penetapan harga pokok dan harga jual sering tidak tepat. Keadaan inflasi ini dapat mengacaukan perekonomian, terutama untuk produsen.


Sumber :
https://www.bps.go.id/statictable/2009/06/15/907/indeks-harga-konsumen-dan-inflasi-bulanan-indonesia-2005-2018.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Inflasi

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jus Mangga

Softskill M4

Materi IV (Kewiraswastaan dan Perusahaan Kecil)